Profil Ketua PRSI Lampung

Ade Utami Ibnu

Siap Kembalikan Kejayaan Renang Lampung

Sabtu siang (30/5/2015) menjadi kiprah awal Hi Ade Utami Ibnu memajukan dunia renang di Lampung. Ya hari itu secara aklamasi Ade terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Lampung periode 2015-2019. Ade maju sebagai calon tunggal dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) cabang olahraga (cabor) renang yang diadakan di ruang rapat KONI Provinsi Lampung, Bandar Lampung.

Olah raga renang sesungguhnya bukan hal baru bagi Ade Utami Ibnu. Hampir setiap hari, anggota DPRD Provinsi Lampung ini hadir di Kolam Renang Pahoman Bandar Lampung. Ade rutin mengantarkan anak perempuannya Sahla Sofia Rosyadi berlatih renang. Pelajar kelas 1 MTS Negeri di Bandar Lampung ini merupakan salah satu atlet renang potensial Lampung.

Keterpilihan Ade menjadi Ketua PRSI Pengprov Lampung disambut hangat seluruh elemen renang. Ade diharapkan mampu membangkitkan prestasi renang Lampung yang sempat mati suri hampir delapan tahun. Akibat kevakuman pengurus periode sebelumnya membuat pembinaan renang di Lampung tertinggal jauh dari daerah lain.

Padahal renang pernah menjadi cabang olah raga yang diandalkan Provinsi Lampung dalam even nasional. Sejak keikutsertaan renang di Pekan Olah Raga Nasional (PON) tahun 1985, renang menjadi salah satu cabang olah raga penyumbang medali baik emas, perak, maupun perunggu bagi kontingen Lampung. ” Dulu renang adalah cabang olah raga yang rutin menyumbang medali di PON untuk Lampung,” kata Ade dalam suatu diskusi di televisi lokal beberapa waktu lalu.

Mengilapnya prestasi renang Lampung ini juga melahirkan banyak atlet hebat yang kiprahnya disegani di tingkat nasional. Tercatat sejumlah perenang seperti Mustamisikin, kuartet bersaudara putra putri pelatih renang Djuhriansyah yaitu Musarofah, Suriyansyah, Yuriyansah, dan Yuriana, serta Arman Pandji Suhandi. Mereka merupakan perenang yang cukup disegani di Indonesia era tahun 1980-an hingga akhir 1990-an.

Di era tahun 2000, Lampung juga melahirkan sejumlah perenang hebat. Bahkan, pada PON 2004 di Palembang, Sumatera Selatan, Lina Cahya Utami berhasil menyumbangkan dua medali emas bagi kontingen Lampung. Dengan prestasinya ini, Lina sempat mengenyam pendidikan renang di Amerika Serikat selama dua tahun. Renang terakhir kali menyumbangkan medali pada PON 2008 di Samarinda, Kalimantan Selatan. Dalam PON itu, Ajeng Perwito Sari meraih satu medali perunggu.

Prestasi membanggakan ini yang akan dibangkitkan lagi di kepemimpinan Ade sebagai Ketua PRSI Pengprov Lampung. Ade meyakini Lampung mempunyai potensi atlet renang yang bagus. “Itu yang ingin kami bangkitkan lagi,” tegas Ade yang juga ketua umum BKPRMI Provinsi Lampung.

Ade yakin dengan profesionalisme, keterbukaan dan kekompakan dari semua insan renang usahanya untuk membangun kembali prestasi renang di Lampung akan berhasil. “Saya melihat bahwa insan renang di Lampung selama ini lebih banyak mandiri atau kurang mendapat perhatian dari induk organisasi renang,” ujar Ade.

Sejumlah program kerja baik jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang juga telah disusun. Di antaranya menghidupkan perkumpulan renang yang berada di Pengkab dan Pengkot seluruh Lampung, melakukan pemusatan latihan daerah, hingga meningkatkan kualitas pelatih renang. “Kami akan adakan pelatihan untuk pelatih sekaligus memperbaharui pengetahuan pelatih,” jelas Ade.

Belum setahun masa kepemimpinan Ade di PRSI. Sejumlah prestasi telah diukir atlet renang Lampung. Pada Pekan Olah Raga Wilayah (PORWIL) IX Se-Sumatera 2015 di Bangka Belitung, renang menyumbang 1 medali emas, 3 medali perak dan 5 medali perunggu. Prestasi yang cukup membanggakan di awal kepengurusan.

Namun membangkitkan kembali prestasi renang tentu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Banyak kendala yang menghadang kepengurusan di bawah pimpinan Ade. Sebut saja minimnya anggaran dana untuk pembinaan atlet. Ditambah lagi, buruknya saranan dan prasana kolam renang untuk berlatih atlet. Di tengah kondisi yang kurang ideal ini, Ade tetap optimis program kerjanya akan berjalan dengan baik.

Dalam waktu dekat, PON 2016 di Bandung, Jawa Barat menjadi pembuktiaan pertama di kepengurusan Ade Utami Ibnu. Meski bukan target utama, Ade berharap atlet yang bertanding di PON ini bisa meraih hasil yang maksimal. Untuk itu, mereka akan menjalani pemusatan latihan daerah selama delapan bulan. “Kita akan datangkan pelatih dari luar negeri untuk pelatda ini,” ujar Ade.

Kini harapan dipikulkan pada anak anak muda seperti Yoga Louis Sagita, Djodi, Halimatus Sa’diah, David Ginting, Naufal Irhamni, Andini Luthfia Safa dan ratusan perenang muda lainnya agar bisa mengharumkan dunia renang Lampung. Harapannya pada PON 2020 di Papua mendatang, generasi muda ini mampu menorehkan prestasi yang melebih pendahulu-pendahulunya.

Salam Olah raga!!

Biodata

Pengalaman Organisasi