Renang Rebut Dua Medali Perunggu di Hari Terakhir

5 Alasan untuk Menyebut Renang Sebagai Olahraga Terbaik
March 19, 2016

Renang Rebut Dua Medali Perunggu di Hari Terakhir

Dua medali perunggu menjadi persembahan terakhir dari cabang olah raga renang di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera IX di Bang Belitung, Kamis (19/11). Medali perunggu ini diraih Ajeng Perwito Sari yang bertarung di nomor 50 meter gaya bebas putri.  Atlet renang dari Perkumpulan Renang Jaka Utama Bandar Lampung ini mencatat waktu 29,03 detik. Sementara rekan sedaerah Ajeng, Halimatussa’diah finih di nomor empat dengan waktu 29,22 detik.

Medali emas di nomor ini disabet Shinta Nurhidayati  dari Sumatera Selatan.  Shinta menjadi perenang tercepat dengan waktu 28,62 detik. Medali perak menjadi milik Vanesa Febiola dari Aceh dengan catatan waktu 28,79 detik.

Satu medali perunggu lagi dipersembahkan Yoga Louis Sagita dari nomor 50 meter gaya bebas putra. Yoga berada di urutan ketiga dengan catatan waktu 25,41 detik. Sayangnya rekan sedaerah Yoga yang bertarung di nomor yang sama, Zeid Gerardo Halban terlempar ke urutan 9 dengan catatan waktu 27,08 detik. Perenang tercepat di nomor bergengsi ini menjadi milik Dimas Adrianto dari Sumatera Utara  dengan catatan waktu 25,07 detik. Medali perak direbut M Oktarizal dari Sumatera Selatan dengan waktu 25,08 detik.

Selain dua nomor yang menghasilkan medali, perenang Lampung juga turun di beberapa nomor di hari terakhir perlombaan. Naufal Ilhami yang turun di nomor 1.500 meter gaya bebas hanya menempati urutan 5 dengan catatan waktu 19 menit 55,03 detik. Kegagalan meraih medali juga terjadi di nomor 800 meter estafet putra dan putri.

Selama empat hari bertanding, cabang renang berhasil menyumbangkan 1 medali emas, 3 medali perak, dan 7 medali perunggu. Meski belum maksimal, raihan prestasi ini diakui pelatih renang Lampung, Musarofah merupakan hasil terbaik yang bisa dipersembahkan untuk masyarakat Lampung. “ Inilah yang bisa kami persembahkan. Terima kasih atas dukungan dan doa seluruh masyarakat Lampung,” ujar Eva sapaan akrab Musarofah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *